Sistem Operasi OS. . . .
Menurut definisi perangkat lunak open source, sistem operasim open source adalah sistem operasi yang memberikan kebebasan kepada kita untuk membuka source code. Tidak seperti windows yang pada intinya adalah copyright. Ada perbedaan antara copyright dan copyleft. Copyright cenderung memonopoli, sedangkan copyleft dapat memberikan kebebasan kepada user untuk mengutak-atik perangkat lunak yang mereka dapat sesuai dengan apa yang mereka mau. Generasi copyleft secara langsung dapat mengurangi pembajakan terhadap software karena peluang pengembangan software dapat digalakkan secara besar-besaran. Selain itu sistem operasi open source legal untuk digunakan, open source, bebas diinstal ke semua komputer. Kita tidak perlu membayar untuk sebuah sistem operasi ini , mungkin cukup membayar biaya produksi CD/DVD sekitar 5-10 ribu. Download juga bisa.beda banget kan ama windows yang beraliran copyright?!
Sekarang apakah alasan utama kita tertarik dengan sistem operasi open source?
- Harga sangat-sangat terjangkau
- Bisa bebas eksperimen utak atik jeroan sistem
- Menghindari produk bajakan
- Fungsi yang ditawarkan ga kalah ama yang copyright
Sekarang pilih mana? Open source atau close source and copyright?pilih bayar atau gratisan?
FILOSOSI FOSS
Ada dua filosofi pokok pada kata FOSS, yaitu filosofi dari FSF (Free Software Foundation) atau Yayasan perangkat Lunak Bebas, dan filosofi dari OSI (Open Source Initiative) atau Inisiatif Sumber Terbuka. Kita mulai pembahasan dengan filosofi FSF, sesuai dengan urutan sejarah dan karena posisi FSF sebagai pionir dalam gerakan FOSS ini. Tokoh utama gerakan FSF adalah Richard M. Stallman, sedangkan tokoh gerakan OSI adalah Eric S. Raymond dan Bruce Perens.
Menurut FSF, perangkat lunak bebas mengacu pada kebebasan para penggunanya untuk menjalankan,menggandakan, menyebarluaskan/menditribusikan, mempelajari,mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Tepatnya, mengacu pada empat jenis kebebasan bagi para pengguna perangkat lunak, yaitu:
1. Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk tujuan apa saja (kebebasan 0).
2. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (kebebasan 1). Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat.
3. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut
sehingga dapat membantu sesama anda (kebebasan 2).
4. Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya (kebebasan 3). Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat juga.
Filosofi OSI agak berbeda. Ide dasar open source sangat sederhana. Jika para pemrogram dapat mempelajari, mendistribusikan ulang, dan mengubah kode sumber sebagian perangkat lunak, maka perangkat lunak itu berkembang. Masyarakat mengembangkannya, mengaplikasikannya, dan memperbaiki kelemahannya.
OSI difokuskan pada nilainilai teknis dalam pembuatan perangkat lunak yang berdaya guna dan dapat dihandalkan, dan pendekatan istilah OSI ini lebih sesuai kebutuhan bisnis daripada filosofi FSF. OSI tidak terlalu fokus pada isu moral seperti yang ditegaskan FSF, dan lebih fokus pada manfaat praktis dari metoda pengembangan terdistribusi dari FOSS. Meskipun filosofi dasar kedua gerakan ini berbeda, FSF dan OSI berbagi area yang sama dan bekerja sama dalam halhal praktis, seperti pengembangan perangkat lunak, usaha melawan perangkat lunak proprietary, paten perangkat lunak, dan sejenisnya. Richard Stallman mengatakan bahwa gerakan perangkat lunak bebas dan gerakan open source merupakan dua “partai politik” dalam komunitas yang sama.
TERMINOLOGI OS. . .
Perkembangan label Open Source mulai diperkenalkan dari bagian sesi strategi Alan Palto dengan reaksinya pada Netscape (seperti Mozilla). Sebuah kelompok pada sesi tersebut terdiri dari Todd Anderson, Larry Augustin, Yohannes Hall/Aula, Sam Ockman, Christine Peterson dan Eric S. Raymond. Mereka menggunakan kesempatan sebelum me-release source code Navigator untuk memperjelas suatu kebingungan potensi disebabkan oleh kerancuan kata “Free” dalam Bahasa Inggris. Pergerakan ‘Open Source’ dipikirkan untuk mempunyai dimulainya sesi strategi ini. Banyak orang mengklaim bahwa lahirnya tentang Internet sejak 1969, diawali pergerakan open source, ketika yang lain tidak membedakan antara open source dan free software.
Free Software Foundation (FSF) dimulai sejak 1985, diharapkan kata “free” maksudnya bukan “bebas berbicara” dan bukan “minuman gratis”. Sejak banyak free software bermunculan dan selalu “free of charge” sehingga free software menjadi sebuah kebiasaan dihubungkan dengan nol biaya dan anti komersial.
Open Source Initiative (OSI) diformulasikan pada tahun 1998 oleh Eric S.Raymond dan Bruce Perens. Dengan melihat sejarah antara pengembangan tertutup versus pengembangan terbuka lebih dari 20 tahun, maka membuka peluang mengembangkan Internet.OSI memperkenalkan masalah “Open Source” ke bisnis komersial seperti Netscape. OSI berharap penggunaan “Open Source”, sebuah istilah yang diusulkan Peterson dari Foresight Institute bagian dari strategi, akan menghapuskan kerancuan terutama bagi mereka yang merasa “free software” sebagai anti komersial. Telah terjadi beberapa vendor software menyertakan label “Open Source” karena dihubungkan dengan perangkat lunak yang sudah bersifat open source seperti Linux.
kemenangan bukanlah kepuasan sejati. . .
Dalam postingan kali ini aku nulis tentang pengalaman pribadiku selama mengikuti praktikum mata kuliah PTI (Praktikum Teknologi Informasi). Pengalaman pribadi yang aku tulis ini, tepatnya ketika aku menjadi tutor praktikum PTI yaitu praktikum modul 7(corel draw). Aku nulis pengalmanku ini di blog, karena menurut aku ada suatu pesan dari pengalaman aku itu yang perlu aku bagi kepada orang lain. Oya. . . sebelum aku certain pengalaman pribadiku ini, aku mau ngenalin aktor-aktor di cerita ku ini (maksudnya temen-temenku yang jadi tutor parktikum modul 7),yaitu : aku(ronald), edo, primba, ludfi, ndaru, fandi, ived, hakim. Kami berdelapan adalah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Jurusan Sistem Informasi.
Praktikum ini dilaksanakan beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 10 Desember 2008. Oleh karena itu kai harus mempersiapkan bahan-bahan untuk tutor beberapa hari sebelumnya. Kerja kelompok/persiapan kami yang pertama kali yaitu seminggu sebelum praktikum, tepatnya pada hari rabu tanggal 3 Desember 2008. Tapi kerja kelompok tersebut gagal aliasa gak jadi. Karena banyak teman-temanku yang sibuk dengan urusan lainnya. Yang datang saat itu hanya aku, edo, ludfi & ndaru. Yang tadinya, kami rencananya mau kerja kelompok, eee….. malah jadi nonton bareng, kami nonton seri 007 yang terbaru (Quantum of Solace).
Selanjutnya pada hri jum’at, kami asistensi. Alhamdulillah pada saat itu kami bias berkumpul semuanya. Saat asistensi itu kami membahas mengenai pembagian tugas pengerjaan modul praktikum & kami juga membahas mengenai soal post test praktikum.
Persiapan kami selanjutnya yaitu, pagi sehari sebelum deadline praktikum (nadadak banget khan. . . ). Padahal sorenya kami harua ngumpulin modul praktikum. N’ akhirnya kami semua memutuskan mbolos kuliah pada hari tersebut. Untung aja dosenku gak masuk waktu itu.
Akhirnya tibalah hari yang dinanti, hari dimana kami persiapkan dengan susah payah, berdarah-darah, sampe gak masuk kuliah, n dll… yaitu hari dimana kami menjadi tutor praktikum modul 7. Pada praktikum itu, kami berusaha mengeluarkan segala kemampuan yang kami miliki. Aku pun begitu, aku berusaha dengan segenap kemampuan terbaikku, dengan segenap kekuatanku, dengan segenap jiwa ragaku untuk mebantu teman-temanku yang tidak mampu (maksudnya teman-teman yang gak ngerti sama penjelasan temanku yang jadi tutor). Di saat itulah, aku merasakan sesuatu yang berbeda, aku seolah menjadi aku yang baru, ada rasa kepuasan di hatiku, timbul semangat di dadaku. Lalu aku sadari bahwa untuk meraih kepuasan, tidak perlu menjadi seorang juara. Cukup dengan mampu memberikan yang terbaik bagi orang lain dengan ikhlas, maka kepuasan akan datang dengan sendirinya
Pesanku buat teman-teman yang mbaca blogku ini, berikanlah yang terbaik bagi orang lain dengan segenap jiwa ragamu, terutama kepada orang yang kau sayangi dan paling utama kepada kedua orang tuamu……
SUASANA PRAKTIKUM PTI MODUL 7.
PRAKTIKUM INI ADALAH PRAKTIKUM PTI YANG TERAKHIR.
contoh open source software . . .
|
Beberapa Contoh Software Open Source Jika kita browsing di Internet dengan kata kunci open source maka akan ditampilkan daftar beberapa situs yang memuat sorftware bersifat open source. Masing-masing situs berbeda dalam menyajikan software yang dapat didownload secara gratis tersebut. |
|
|
- Database |
: Tuxx Racer, KeePass Password Save |
PEMBERDAYAAN FOSS. . . .
Pemberdayaan FOSS di universitas-universitas atau institut-institut di Indonesia terutama ITS cukup baik. Karena ITS telah mendirikan pusat kegiatan yang berhubungan dengan OSS di kota Surabaya khususnya bagi komunitas Open Source di ITS dengan nama : POSS-ITS ”Pemberdayagunaan Open Source Software – ITS”. Hal ini sesuai dengan
Kebijakan program Indonesia Go Open Source (IGOS) bertujuan meningkatkan akselerasi pendayagunaan Open Source Software (OSS) dan memperkuat upaya infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Latar belakang Pendirian POSS-ITS
Sebagai salah satu institusi pendidikan yang bergerak di bidang teknologi, ITS mau tidak mau harus mengakomodasi dua ‘aliran’ yang pengembangan software. Dua aliran yang terus menerus bersaing tersebut adalah aliran copyright dan copyleft. Dengan kekuatan, aliran copyright berusaha mengunggulkan produk-produknya. Sebaliknya, aliran copyleft terkesan tidak ada yang mempromosikannya.
Padahal banyak produk-produk aliran copyleft alias OSS yang tidak kalah kualitasnya. Pada sisi lain, Indonesia sedang berupaya menegakkan HAKI. Upaya tersebut terasa sulit karena masyarakat kita sudah lama terbutakan dan terbius oleh software bajakan. Untuk itu upaya pemasyarakatan produk-produk OSS perlu digiatkan.
METODE PENGEMBANGAN FOSS
METODA PENGEMBANGAN FOSS
Model pengembangan FOSS adalah unik, dan menjadi sukses karena muncul bersamaan dengan berkembangnya internet dan efeknya yang luar biasa di bidang komunikasi. Analogi Katedral dan Bazar digunakan untuk membedakan model pengembangan FOSS (Bazar) dengan metode pengembangan perangkat lunak tradisional (Katedral). Pengembangan perangkat lunak tradisional diibaratkan dengan cara katedral dibangun pada masa lalu. Kelompok kecil tukang batu secara hatihati merencanakan sebuah desain dalam tempat yang terisolasi, dan segala sesuatunya dibuat dalam sebuah usaha tunggal. Sekali katedral berhasil dibangun, maka dianggap selesai, dan hanya sedikit dilakukan perubahan lanjutan. Perangkat lunak secara tradisional dibuat dengan gaya yang serupa itu. Sekelompok pemrogram bekerja dalam suatu isolasi (misalnya di sebuah perusahaan), dengan perencanaan dan manajemen yang hatihati, hingga bekerjaanya selesai dan program dirilis ke publik. Sekali dirilis, program dianggap selesai, dan selanjutnya hanya ada pekerjaan terbatas untuk program itu.
Sebaliknya, pengembangan FOSS lebih mirip dengan sebuah bazar, yang tumbuh secara organis. Dalam sebuah bazar, pedagang awal datang, membangun struktur, dan memulai bisnis. Pedagangpedagang berikutnya datang dan membangun strukturnya masingmasing. Perkembangan bazar nampak menjadi gaya yang tidak teratur. Pada dasarnya para pedagang diarahkan untuk membangun struktur minimal yang dapat berfungsi sehingga mereka bisa memulai berjualan. Tambahan dibuat sesuai kebutuhan dan keadaaan selanjutnya. Dengan model serupa, pengembangan FOSS dimulai dari yang tidak terstruktur. Pengembang merilis kode programnya ke publik meskipun baru berfungsi secara minimal, dan kemudian mengubah programnya sesuai umpan balik yang diberikan publik. Pengembang lain bisa ikut mengembangkan program itu berdasar kodekode yang telah ada. Pada periode waktu tertentu, keseluruhan sistem operasi dan aplikasi menjadi tumbuh dan berkembang secara terus menerus.
Metoda pengembangan “bazar” telah dijadikan pilihan untuk mendapatkan beberapa
kelebihan berikut ini:
1. Mengurangi duplikasi kerja: Dengan merilis program lebih cepat, dan memberikan izin kepada pengguna untuk megubah dan meredistribusi kode sumber, pengembang FOSS memanfaatkan kembali karya yang dihasilkan oleh compatriots. Skala ekonomi dapat menjadi sangat besar. Daripada 5 pengembang software pada sepuluh perusahaan mengembangkan aplikasi jaringan yang sama, ada potensi 50 pengembang melakukan secara bersamaan membentuk kerja sama kombinasi. Mengurangi duplikasi kerja akan membuat skala pengembangan FOSS menjadi besar, karena ribuan pengembang di seluruh dunia dapat bekerja sama.
2. Membangun di atas karya lain: Dengan ketersediaan kode sumber untuk membangun program, waktu pengembangan menjadi pendek. Banyak projek FOSS berbasis program yang dihasilkan projek lain untuk menambah fungsionalitas yang diperlukan. Sebagai contoh, projek server web Apache lebih memilih memanfaatkan projek OpenSSL daripada menulis sendiri kode kriptografi, sehingga mengehmat jutaan jam untuk pembuatan program dan pengujiannya. Bahkan jika kode sumber tidak dapat secara langsung digabungkan, ketersediaan kode sumber memudahkan pengembang untuk belajar bagaimana projek lain memecahkan masalah yang sama.
3. Kendali mutu yang lebih baik: Semakin banyak orang menggunakan dan mengevaluasi kode sumber, maka kesalahan yang ada akan mudah ditemukan dan diperbaiki secara cepat. Aplikasi proprietary bisa saja menerima laporan kesalahan, tetapi karena pengguna tidak dapat akses ke kode sumber, maka pengguna hanya bisa sebatas melaporkan. Pengembang FOSS sering menemukan bahwa pengguna yang memiliki akses ke kode sumber tidak hanya bisa melaporkan kesalahan, namun juga menjelaskan lebih tajam apa penyebabnya, dan dalam beberapa kasus pengguna dapat mengirimkan kode perbaikannya. Ini sangat mengurangi waktu pengembangan dan kontrol terhadap kualitas.
4. Mengurangi biaya perawatan: Biaya perawatan software sering sama atau lebih besar dari biaya pengembangan awal. Jika sebuah perusahaan merawat software sendirian, maka pekerjaan itu menjadi sangat mahal. Dengan menggunakan model pengembangan FOSS, biaya perawatan dapat dibagi di antara ribuan pengguna potensial, sehingga mengurangi biaya perawatan per orang atau organisasi. Demikian pula peningkatan kemampuan software dapat dilakukan oleh banyak organisasi atau individu, yang hasilnya akan lebih efisien dalam menggunakan sumber daya.
DEFINISI OPEN SOURCE. . . .
APA ITU OPEN SOURCE. . . . ??
Free/Open Source Software (FOSS) atau perangkat lunak bebas dan open source (PLBOS) telah menjadi sebuah fenomena internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, FOSS mengalami perubahan besar dari sebuah kata yang relatif tidak dikenal menjadi sebuah kata popular terbaru.
“Menurut David Wheeler, secara umum program yang dinamakan free software (perangkat lunak bebas) atau open source software (perangkat lunak sumber terbuka) adalah program yang lisensinya memberi kebebasan kepada pengguna menjalankan programuntuk apa saja, mempelajari dan memodifikasi program, dan mendistribusikan penggandaan program asli atau yang sudah dimodifikasi tanpa harus membayar royalti kepada pengembang sebelumnya.” (Sumber: http://www.dwheeler.com/off_fs_why.html).
Jadi Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Dengan kata lain, Open Source Software (OSS) atau Perangkat Lunak Sumber Terbuka dapat didefinisikan sebagai perangkat lunak komputer yang kode sumbernya yang tersedia di bawah hak cipta lisensi yang memenuhi definisi Open Source.
Definisi Open Source memiliki syarat sebagai berikut:
- Distribusi Ulang Gratis
- Menyertakan Kode Sumber
- Kerja Turunan
- Integritas Penulis Kode Sumber
- Tak Ada Diskriminasi terhadap Pribadi atau Golongan
- Tak Ada Diskriminasi terhadap Bidang atau Usaha Tertentu
- Melampirkan Lisensi Distribusi
- Lisensi Tidak Spesifik untuk Satu Produk
- Lisensi Tidak Membatasi Perangkat Lunak Lain
- Lisensi Harus Netral terhadap Teknologi
Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya.
Pengembangan open source software melibatkan banyak orang dari berbagai penjuru dunia yang berinteraksi melalui internet. Maka bermunculanlah berbagai macam software yang dibuat berbasis open source ini yang dipublikasikan melalui internet. Pola open source ini telah melahirkan developer-developer handal dari berbagai penjuru dunia.
Dengan pola open source orang dapat membuat dan mengembangkan apa yang disebut dengan free software. Software ini dapat digunakan tanpa perlu membayar lisensi atau hak cipta karena memang dikembangkan dengan pola open source. Jadi, dengan pola open source orang dapat mengembangkan software dan mempublikasikannya dengan bebas melalui internet. Maka tidak heran apabila kita akan banyak menemukan free software ini di internet dan bisa secara bebas mendownloadnya tanpa perlu membayar uang sepeser pun kepada pengembang software tersebut.
Free software disini juga bukan program kacangan. Anggapan bahwa barang yang gratis jelek kualitasnya tidak berlaku buat free software. Karena sudah terbukti kehandalannya. Dan karena free software berbasis open source maka software tersebut sudah melalui proses perbaikan yang terus menerus. Jadi tidak ada alasan tidak mau menggunakan free software ini dengan alasan kualitasnya yang tidak baik.
Dengan karakteristik yang telah disebutkan di atas maka tidak salah apabila kita menaruh harapan pada open source ini sebagai platform alternatif yang bisa kita gunakan dalam komputer kita. Penerapan pola open source di Indonesia juga dapat menghilangkan pemakaian software komersial secara ilegal dan memungkinkan bangsa Indonesia dikenal karya ciptanya dengan ikut mengembangkan open source software.
Referensi :
http://organisasi.org/penjelasan-pengertian-open-source-software-dan-free-software
apa itu WEB
WEB
Web adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI).
Cara kerja web
-
Sebuah halaman Web diakses dengan cara menuliskan URLnya atau mengikuti link yang menuju kepadanya, menggunakan browser Web
-
URL menunjukkan lokasi dokumen yang dikelola oleh sebuah server Web
-
URL diubah menjadi alamat IP server Web ybs
-
Browser kemudian mengirimkan request http ke server Web
-
Server Web akan menjawab dengan memberikan dokumen yang diminta, dalam format HTML
-
-
WEB 1.0
Web 1.0 adalah generasi pertama dari website di internet. Pada tipe ini pengunjung hanya dapat membaca konten yang ada di website tersebut. Contohnya membaca berita. Jadi web tipe ini terlihat seperti papan pengumuman di dunia maya. Seluruh konten yang menghiasi web itu sepenuhnya berada di tangan admin. Web 1.0 secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif . Sifat web 1.0 adalah read.
-
Web 2.0
Web 2.0 merupakan istilah yang dicetuskan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004, untuk mendefinisikan generasi baru layanan berbasis web, yang menitikberatkan pada kolaborasi online antar penggunanya.
Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut:
“Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut”
Web 2.0 merupakan pengembangan dari web 1.0. Tidak seperti web 1.0 yang penggunanya hanya dapat membaca konten yang ada di web itu. Pada tipe 2.0 ini pengguna diberi kebebasan untuk memberi komentar pada konten yang terdapat di web tersebut. Didalamnya terdapat guest book, polling, komentar dan sebagainya. Era Web 2.0 ini memiliki beberapa ciri mencolok yaitu share, collaborate dan exploit . Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, Friendster, Myspace, Youtube dan Fickr. Jadi disini kehidupan sosial di dunia maya benar-benar terasa. Era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.
Ciri – Ciri Web 2.0
-
Rich User Interface
Web 2.0 mempunyai interface yang mirip dengan aplikasi desktop. Contohnya saja Yahoo! Mail yang mirip Outlook Express, atau Meebo yang membuat Yahoo! Messenger berbasis web. Untuk membuat website seperti aplikasi desktop, pada Web 2.0 mengimplimentasikan AJAX untuk mengirim dan request data ke server. AJAX yang menggabungkan HTML, CSS, JavaScript, dan XML merupakan sesuatu yang mempunyai peranan sangat penting dalam pengembangan Web 2.0. Dengan AJAX banyak sekali inovasi-inovasi baru bermunculan semakin menambah kemudahan dan kecepatan dalam mengakses sebuah web. Kecepatan disini dapat diartikan karena kemudahannya dalam menampilkan data. Hanya bagian-bagian tertentu saja yang diminta oleh user yang ditampilkan, tanpa harus me-load seluruh halaman.
-
Partipasi User
Dalam Web 2.0 partisipasi user sangat di tonjolkan. Contohnya saja Flickr dan Wikipedia. Kedua situs tersebut seluruh contentnya berasal dari user dan user dapat melihat content yang dibuat oleh user lain.
-
Dynamic Content
Content dalam Web 2.0 selalu berubah atau sering diupdate. Contohnya saja Wikipedia yang contentnya selau berubah .
-
Valid Markup
Web 2.0 harus mengikuti Web Standars atau harus memiliki sintaks yang benar sesuai standar dari W3C.
Mengutip dari What Is Web 2.0 oleh Tim O’Reilly, bahwa Web 2.0 memiliki ciri atau karakteristik, yang pertama adalah
-
Web as Platform, Web 2.0 berperan sebagai platform bagi aplikasi. Dimana web akan dijadikan sebagai tempat bekerja. Mengetik dokumen, perhitungan keuangan, membuat presentasi atau menonton video dilakukan hanya melalui sebuah web browser. Google merupakan salah satunya.
-
Harnessing Collective Intelligence, yaitu pemanfaatan pengetahuan secara kolektif (bersama, saling berbagi). Dimana peran serta para user sangat penting sekali untuk membangun sebuah Collective Intelligence. Contohnya sudah sangat jelas sekali seperti Wikipedia, sebuah ensiklopedia berbasis web yang disusun secara bersama dari seluruh pengguna internet di seluruh dunia, yang sekarang bahkan sudah tersedia dalam bahasa Indonesia.
-
Data is the Next Intel Inside. Berhubungan dengan siapa yang membuat data. Dimana fungsi data sebagai pengendali utama. Seperti tanda copyrights pada beberapa apilkasi map server berbasis web seperti maps.yahoo.com, maps.msn.com, atau maps.google.com maka akan terlihat NavTeq pada bagian copyrights dibawah.
-
End of the Software Cycle. Dapat dipahami kedepannya para pengembang software akan beralih kepada aplikasi berbasis web. Para user hanya cukup membuka web browser, dan mengerjakan pekerjaan dengan aplikasi berbasis web. Produk tidak lagi diperlukan dalam hal ini, tapi layanan (service) adalah sesuatu yang dijadikan sebagai kompetisi.
-
Lightweight Programming Model. Model program yang ringan, dimana sebuah design dari program dituntun kemudahannya, agar dapat digunakan oleh aplikasi lain. Contohnya adalah RSS atau Syndication. Syndication merupakan suatu cara agar orang dapat mengetahui dan membaca isi dari website kita tanpa menunjungi website kita. Syndication biasanya berbentuk RSS yang dapat dibaca menggunakan RSS reader atau ditampilkan pada website dengan CSS.
-
Software Above the Level of a Single Device. Dimana sebuah software tidak lagi terbatas pada suatu perangkat tertentu. Lagi-lagi disini ditekankan bahwa web sebagai platform yang dapat menjalankan aplikasi-aplikasi yang biasa dilakukan user pada PC platform.
Teknologi Web 2.0
<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Ajax
Ajax (Asynchronous JavaScript and XML) merupakan bahasa pemrograman yang memanfaatkan JavaScript dan XML. Dengan Ajax web akan menjadi lebih interaktif dan lebih mudah diakses. Dengan Ajax kita tidak perlu meload semua halaman website jika ingin mengetahui perubahan suatu bagian dalam halaman web. Contohnya saja jika kita menggunakan Yahoo! Mail Beta, jika kita meklik suatu email maka yang akan berubah hanyalah bagian untuk menampilkan isi email saja.
Keuntungan :
Dengan Ajax Web akan dapat menyerupai aplikasi desktop, sehingga lebih interaktif.
Kerugian :
-
Karena menggunakan JavaScript, maka kemungkinan terjadi error sangat tinggi, untuk itu perlu dilakukan pengujian pada berbagai macam platform yang berbeda.
-
Ada sebagain orang yang mendisable JavaScript pada browsernya untuk alasan an security, hal ini dapat menyebabkan Ajax tidak berjalan..
-
Jika kita menggunakan Ajax, maka pengunjung situs kita tidak akan bisa menggunakan tombol Back pada Browser.
Teknik yang digunakan
-
Cascade style to untuk bahan isi dan presentasi
-
Falksonomi (metoda penandaan content dimana dengan konsep ini dimunculkan kata-kata yang berkaitan dengan content tersebut).
-
XML
-
Teknik Aplikasi Internet
-
HTML dan XHTML (eXtensible HyperText Markup Language).
-
Weblog-publishing tools
-
Wiki atau forum software,dll
Perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 :
-
Yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.
-
Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.
-
Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop.
-
Pada Web 1.0 masih mengandalkan Administrator dari web untuk mengurusi content dari web, tetapi pada Web 2.0 Content website di tentukan oleh partisipasi dari pengguna website.
Perbandingan di bawah ini dibuat dari berbagai sumber agar dapat menjelaskan perbedaan antara Web 1.0 dengan Web 2.0 dengan lebih sistematis.
| No. | Perbandingan | Web 1.0 | Web 2.0 |
|
1 2 3 4 5 6 7 8 9
|
Perilaku pengguna Pelaku utama Hubungan dengan server Bahasa pemrograman Pola hubungan penerbit-pengguna Pengelolaan konten Penayangan berbagai kanal informasi Hubungan antar pengakses Sumber konten |
Membaca Perusahaan Client-server HTML Searah Taksonomi/direktori Portal Tidak ada Penerbit/pemilik situs
|
Menulis Pengguna/Komunitas Peer to peer Berjejaring Pengguna
|
-
Web 3.0
Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Jadi, disini web seolah-olah sudah seperti asisten pribadi kita/ intelektualitas buatan (Artificial Intelegence). Web mulai mengerti kebutuhan kita dengan bisa memberi saran atau nasehat kita, menyediakan apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan teknologi 3D animasi, kita bisa membuat profil avatar yang sesuai dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti layaknya di dunia nyata. Kita bisa berjalan-jalan, pergi ke mall, bercakap-cakap dengan teman yang lain. Ya, Web 3.0 adalah dunia virtual kita. Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi. Kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service. WEB Service..? web service adalah aplikasi yang dapat diakses oleh aplikasi yang lain, mampu menyimpan data dalam bentuk XML, serta dapat diakses oleh multi platform.
Teknologi WEB 3.0
-
SOAP (Simple Object Access Protocol) adalah standar untuk bertukar pesan-pesan berbasis XML melalui jaringan komputer atau sebuah jalan untuk program yang berjalan pada suatu sistem operasi (OS) untuk berkomunikasi dengan program pada OS yang sama maupun berbeda dengan menggunakan HTTP dan XML sebagai mekanisme untuk pertukaran data.
-
REST (representational state transfer atau transfer keadaan representas), adalah suatu gaya arsitektur perangkat lunak untuk untuk pendistibusian sistem hipermedia seperti WWW.
-
WSDL adalah format XML yang diterbitkan untuk menerangkan webservice. WSDL mendefinisikan:
-
-
pesan-pesan (baik yang abstrak dan kongkrit) yang dikirim ke dan menuju web service
-
koleksi-koleksi digital dari pesan-pesan (port type, antarmuka)
-
Bagaimana port type yang ditentukan dijadikan wire protokol
-
-
di mana servis ditempatkan.
-
-
WDDX (Web Distributed Data eXchange), adalah mekanisme pertukaran data dari lingkungan yang berbeda .
-
Source :
-
http://www.ismartshare.com/web-20-era-baru-dalam-dunia-web.html
-
http://www.newmedia.web.id/2008/09/perbandingan-aplikasi-web-10-dengan-web-20/
-
http://web-2-0.infogue.com/fenomena_perkembangan_web
-
BERITA – kokoh-online.blogspot.com
-
http://en.wikipedia.org/wiki/Web_2.0
-
http://en.wikipedia.org/wiki/Web_3
sistem informasi & jurusan komputer lainnya
Perbedaan Sistem Informasi dengan jurusan “komputer” lainnya
Apa ya. . . bedanya Jurusan Sistem Informasi dengan Jurusan komputer lain???
Anda bisa menemukan jawabannya si blog ini. . .
Dokumen ‘Computing Curricula 2005′ yang dirilis pada 30 September 2005 itu sendiri secara tegas membedakan antara disiplin ilmu CE, CS, IS, IT dan SE. Dokumen tersebut merupakan hasil kerja bareng antara ACM (The Association of Computing Machinery), AIS (The Association of Information Systems) dan IEEE-CS (the IEEE Computer Society). Ketiga asosiasi kenamaan dunia tersebut bergabung membentuk suatu gugus tugas untuk menyusun kurikulum terkait dengan dunia per-komputer-an, yang kemudian diacu oleh banyak institusi pendidikan seluruh dunia.Perkembangan disiplin ilmu perkomputeran, seperti ditulis dalam dokumen setebal 62 halaman tersebut, terbagi atas dua masa, yaitu sebelum tahun 1990-an dan setelahnya.
Pra 1990-an
Sebelum tahun 1990-an, tepatnya sekitar tahun 1960-an, disiplin ilmu yang berkembang masih sangat sederhana. Untuk urusan utak-atik hardware, dapat memilih electrical engineering (EE).
Kemudian, masih di masa yang sama, CS lebih banyak bermain di rekayasa software, sedangkan IS lebih kepada mengeksplorasi manfaat hardware dan software untuk membantu menyelesaikan problem bisnis.
Dengan semakin berkembangnya teknologi mikroprosesor berbasis chip (chip-based) yang dimulai pada pertengahan 1970-an, maka secara perlahan CE menjadi suatu ilmu dengan spesialiasi khusus, yang merupakan pemekaran dari EE.
Pasca 1990-an
Singkat kata, akhirnya berbagai disiplin ilmu dalam rumpun perkomputeran saling membentuk diri mengikuti perkembangan jaman. CE menjadi semakin solid dan terpisah dari EE. Kemudian CS berkembang demikian pesat, sehingga disiplin ilmu SE yang sebelumnya berada di dalamnya, akhirnya menjadi mandiri.
Alasannya, karena dibutuhkan suatu keahlian yang sangat spesifik untuk dapat menghasilkan sebuah software yang baik. Saat itu mulai meluas kesadaran bahwa pembuatan software yang baik adalah sangat sulit, sangat mahal dan sangat diperlukan.
Kemudian IS juga berkembang seiring dengan tuntutan dunia bisnis yang membutuhkan kehandalan pengelolaan hardware dan software dalam mendukung kinerjanya. Bagaimana dengan IT?
Disiplin ilmu IT berkembang pada era akhir 1990-an. Ilmu IT berkembang lantaran diperlukan satu disiplin ilmu lagi dalam dunia per-komputer-an yang akan membantu suatu organisasi atau institusi dalam menjamin kelayakan infrastruktur komputer dikaitkan dengan kesiapan dari sisi internal, semisal kesiapan sumber daya manusia terkait.
Menurut computing curricula, ada 5 deskripsi ilmu perkomputeran, yaitu :
-
Computer Engineering (CE, Teknik Komputer),
-
Computer Science (CS, Ilmu Komputer),
-
Information Systems (IS, Sistem Informasi),
-
Information Technology (IT, Teknologi Informasi),
-
Software Engineering (SE, Rekayasa Perangkat Lunak).
Namun Indonesia hanya mengadaptasi dan bukan mengadopsi Computing Curricula, artinya bahwa tidak semua nama jurusan dan nama mata kuliah di Indonesia sama “plek” dengan apa yang ada di Computing Curricula. Di Indonesia hanya terdapat :
-
Computer Science (CS, Ilmu Komputer), untuk program studi (jurusan) Teknik Informatika atau Ilmu Komputer
-
Computer Engineering (CE, Teknik Komputer), untuk program studi (jurusan) Sistem Komputer atau Teknik Komputer
-
Information Systems (IS, Sistem Informasi), untuk Sistem Informasi atau Manajemen Informatika
Semua jurusan (program studi) sebenarnya memiliki mata kuliah yang boleh dikatakan “sama”, hanya pembobotannya berbeda. Bobot inilah yang nantinya menentukan jalur karier dan bidang kerja lulusan.
Deskripsi Ilmu
Selanjutnya, dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut secara gamblang menjelaskan deskripsi masing-masing dari ilmu per-komputer-an yang ada dewasa ini. Secara singkat, deskripsi tersebut adalah sebagai berikut:-
Computer Engineering (CE) mempelajari antara lain tentang bagaimana mendisain dan merancang konstruksi komputer dan sistem berbasis komputer yang baik. Ilmu yang terlibat adalah tentang hardware, software, komunikasi dan tentu saja memahami proses interaksi antar bagian tersebut.-
Computer Science (CS) mempelajari antara lain tentang bagaimana mengembangkan robotik, computer vision, intelligence system, bio-informatika, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer kedepannya. Untuk itu, ilmuwan komputer ini harus memelajari berbagai hal secara teoritis hingga dasar-dasar algoritma dan mengetahui cara mengimplementasikannya.-
Information Systems (IS) mempelajari antara lain tentang bagaimana membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien. Di sistem informasi kita akan mendapatkan ilmu tentang manajemen, dan mata kuliah lain yang cenderung bersifat aplikatif dalam dunia kerja. Berhubungan dengan bagaimana aplikasi TI dalam mencapai tujuan suatu organisasi.-
Information Technology (IT) mempelajari antara lain tentang bagaimana sebuah sistem informasi di sebuah institusi sudah tepat keberadaannya, berfungsi sesuai harapan, mudah dalam pengaturan operasional, serta aman. Selain itu aspek non-teknis semisal memahami kebutuhan dari pengguna akhir, menterjemahkan kebutuhan manajemen, dan hal-hal praktis lainnya juga dipelajari. diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bekerja secara efektif dalam merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi dan memaintain infrastruktur teknologi informasi dalam organisasi.
- Software Engineering (SE) mempelajari antara lain tentang bagaimana merancang-bangun dan memelihara sebuah sistem software yang reliabel, efisien, efektif serta mudah dikembangkan dan dapat memenuhi kebutuhan dari kustomer atau pengguna. diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle).
Dari deskripsi ilmu tersebut, dapat diketahui bahwa perbedaan mencolok antara jurusan sistem informasi dengan jurusan komputer lainnya adalah bahwa jurusan sistem informasi mengaplikasikan informasi dan teknologi dalam bidang manajemen.
Jadi bagi anda-anda sekalian yang tertarik pada bidang IT dan juga bidang Manajemen, maka saya sarankan masuk ke jurusan system informasi aja. . . . ok!!!!
Demikian ulasan singkat dari saya, semoga bermanfaat bagi anda-anda sekalian yang ingin memilih salah satu jurusan computer. Dan perlu diingat tiap jurusan memiliki karakteristik kelulusan yang berbeda, jadi pikirkanlah matang-matang profesi ke depan yang anda inginkan, setelah itu pilihlah jurusan yang relevan dengan profesi impian anda. Jurusan apa pun akan dapat memberikan masa depan yang cerah asal ada minat, keinginan, dan motivasi yang tinggi dan usaha yang keras untuk terus maju.
Catatan:
Dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut dapat didownload di http://www.acm.org/education/curric_…al_Report2.pdf (887 kb).source :
-
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA-UGM
www.himakomugm.or.id, email : himakom@gamanet.ugm.ac.id
-
RomiSatriaWahono.net
-
Arsip
- Desember 2008 (8)
- Oktober 2008 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS